Iluminasi Suhrawardi

heart-chakra2

Tuhan adalah Cahaya, sebagai satu-satunya realitas sejati, ketika dihubungkan dengan cahaya-cahaya yang lain, tuhan adalah cahaya diatas cahaya (Nur al-Anwar). Ia adalah sumber dari semua cahaya, dari mana semua cahaya lainya berasal dan memancar. Suhrawardi berpendapat bahwasanya didunia ini hanya terdiri dari gelap dan terang. Namun, hanya terang dari cahaya saja yang memiliki wujud atau eksistensi positif sedangkan kegelapan adalah negatif. Dalam arti tidak memiliki realitas objektif. Ia ada hanya sebagai konsekuensi ketiadaan cahaya. Tidak seperti paripatetik, bagi suhrawardi benda-benda tidak memiliki definisi atau katagori yang tegas, yang membedakan satu benda dengan benda yang lain hanyalah intensitas cahaya yang dimilikinya. Semakin banyak kandungan cahayanya maka semakin tinggi derajatnya. Contohnya seperti hewan dan manusia, tidak dibedakan secara katagoris melalui esensinya tetapi disebabkan oleh kenyataan bahwa manusia memiliki cahaya yang lebih dibandingkan hewan. Ini merupakan keritikan fundamental terhadap filsafat paripatetik yang menganggap benda itu tidak terlepas dari prinsip hylomorfis, karena menurut prinsip hylomorfis bentuk-bentuk itu bersifat katagorik, sedangkan bagi kaum iluminasionis itu bersifat relative. Baca lebih lanjut

Masa Depan Tuhan, karya Karen Armstrong

9789794335895-medium

Kita terlalu banyak berbicara tentang Tuhan akhir-akhir ini dan apa yang kita katakan sering dangkal, kata Armstrong dalam kalimat pertama – buku Masa Depan Tuhan. Tuhan sebagai Zat yang maha tinggi, Absolut dan yang tak terjangkau oleh penafsiran apapun, seringkali dipahami dengan sederhana oleh banyak kalangan. Buku-buku yang mengkajinya wajar jika sangat kompleks dan beragam penafsiran yang membingungkan. Namun dalam perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi, manusia mulai menemukan sedikit demi sedikit rahasia dibalik misteri-misteri yang dulunya dianggap hanya sekedar mitos dan rahasia kebesaran tuhan. Tuhan yang dulunya sebagi alasan utama kenapa semua keajaiban ini terjadi, tergantikan oleh fenomena alam yang serba rasional dan empiris bahwa keajaiban ini ternyata memiliki cara kerjanya sendiri dan tak ada tuhan dibalik itu semua. Dan sekali lagi kita harus menerima kenyataan, bahwa Tuhan masih jauh untuk digapai. Baca lebih lanjut

Kenapa Saya Memilih NU, Pandangan KH Wahid Hasyim

Abdul_Wahid_Hasyim_and_Siti_Solichah

Meskipun ayahandanya, hadratush syaikh Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama, butuh waktu hamper empat tahun bagi Wahid Hasjim untuk menimbang berbagai hal sebelum akhirnya memutuskan aktif di NU. Pada bulan April 1934, ketika KH Wahid Hasyim datang dari luar negri, datanglah permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan dari beberapa perhimpunan dan partai Islam agar ia bergabung dengan mereka.
Baca lebih lanjut

DEFINISI DAN SEJARAH TASAWUF

cropped-images1.jpg

I. MaknaTasawuf
Mistisisme dalam Islam diberi nama tasawuf dan oleh kaum orientalis Barat disebut sufisme. Kata sufisme dalam istilah orientalis Barat khusus dipakai untuk mistisisme Islam. Sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat dalam agama-agama lain .
Ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw memilki tiga dimensi, yaitu:
• Dimensi Iman → melahirkan ilmu kalam (teologi)
• Dimensi islam → melahirkan ilmu fiqh/syariat
• Dimensi ihsan → melahirkan ilmu tasawuf Baca lebih lanjut

Wujud robith gerbang memahami wahdatul wujud

bayangan4

Pondasi ontologis filsafat Mulla Sadra untuk menjelaskan hakikat eksistensi diantaranya adalah fundamental wujud, gradasi wujud, kopula kausal dan hakikat yang sederhana adalah segala sesuatu. Jika kefundamentalan wujud merupakan dasar dari pondasi filsafatnya, maka gradasi wujud adalah penjelasan mengenai hubungan antara ketunggalan dan pluralitas. Tidak berhenti disini dalam gradasi wujud kita hanya bisa melihat hubungan antara ketunggalan dan pluralitas, untuk mejelaskan penyatuan antara wujud sebab dan wujud akibat atau relasi kausal antara Tuhan dan alam, mulla sadra menjelaskanya melalui penjelasan kopula kausal, yaitu antara wujud robith dan mustaqil. Namun sejatinya setiap bab yang dibahas mulla sadra dalam filsafatnya adalah step-step atau tangga perjalanan menuju pemahaman Wahdatul Wujud secara umum. Baca lebih lanjut